Sejarah & Filosofi Tentang Malaikat Maut (Grim Reaper)

Apa itu Grim Reaper?

The Grim Reaper adalah penguasa maut — hantu hitam yang terselubung yang muncul saat waktumu di bumi telah berakhir. Meskipun kepribadian dan karyanya sama misteriusnya dengan kematian itu sendiri, satu hal yang pasti: dia bukan seseorang yang ingin Anda temui dalam waktu dekat.

Karakteristik

Deskripsi Fisik: Tidak seperti personifikasi kematian sebelumnya, Grim Reaper memiliki penampilan yang mengerikan yang menjadikannya kostum Halloween favorit untuk beberapa generasi.

Tampilan Reaper dimulai dengan jubah hitam panjang. Jubah membungkus sepanjang jalan di sekitar tubuh hantu dan menyelubungi wajahnya di bawah tudung yang dalam. Biasanya longgar dan compang-camping, sehingga serpihan-serpihan hitam berembus saat Reaper bergerak.

Di tangannya, Reaper membawa sabit, sebuah tiang panjang dengan pisau melengkung ke atas. Sabit secara tradisional digunakan untuk memanen tanaman pada akhir musim gugur. Dalam kasus Reaper, digunakan untuk memanen jiwa pada akhir kehidupan. Momok itu mungkin juga membawa jam pasir, yang ia gunakan untuk mengukur jumlah waktu yang tersisa dalam kehidupan. Akhirnya, ia dapat melakukan perjalanan di belakang kuda putih hantu atau dalam kereta yang ditarik oleh kuda putih.

Hanya sedikit orang yang melihat sosok di bawah jubah hitam dan hidup untuk menceritakan kisah itu. Kebanyakan legenda melukis Reaper sebagai kerangka — tulang putih dan tengkorak kosong — tetapi beberapa mengklaim bahwa yang ada hanyalah kekosongan gelap yang bersembunyi di balik jubah.

Kepribadian

Penampilan The Grim Reaper mungkin membuat tulang belakang Anda merinding, tapi dia tidak seburuk yang terlihat! Di atas segalanya, Reaper adalah pekerja keras. Tugasnya adalah mengumpulkan jiwa ketika mereka mencapai akhir zaman mereka di bumi, dan ia sangat rajin menyelesaikan pekerjaannya. Dia selalu memenuhi tenggat waktu, dan dia jarang terganggu atau dibujuk untuk tidak melakukan pekerjaannya.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa Reaper, seperti seorang pembunuh, adalah tercela karena ia mengakhiri hidup tanpa banyak kesulitan. Tetapi ada perbedaan penting. Pembunuh membunuh orang tanpa peduli nasib mereka. Reaper membunuh orang karena itu adalah nasib mereka untuk mati. Dalam banyak hal, karyanya bermanfaat. Dia mengakhiri penderitaan untuk orang yang sudah tua atau sakit, dan dia mencegah kelebihan populasi.

Kemampuan spesial

The Reaper memiliki pekerjaan penting dan keterampilan khusus yang cocok. Keahliannya, dan yang paling misterius, keterampilan adalah kemampuan untuk memisahkan jiwa dari tubuh. Kebanyakan cerita mengklaim bahwa kehadiran hantu ini hanya akan mulai menarik jiwa dari tubuh. Dengan bengkok satu jari boney, dia bisa memutuskan ikatanmu dengan dunia yang hidup selamanya.

Setelah Reaper mengumpulkan jiwa Anda, dia akan berperan sebagai psikopomp, seorang pemandu yang membantu Anda menemukan jalan Anda ke dunia berikutnya.

Beberapa cerita menggambarkan para pahlawan yang telah berhasil menipu para Grim Reaper atau meyakinkannya untuk tidak mengambil jiwa mereka. Dalam beberapa kasus, Reaper bahkan telah memberi orang jimat yang membuat mereka abadi.

Representasi Budaya Asal

Personifikasi kematian ada di semua budaya, di sepanjang sejarah yang tercatat. Orang-orang kuno mengambil pendekatan yang lebih ramah terhadap kematian. Misalnya, Thanatos, dewa kematian Yunani, adalah seorang pemuda yang menarik dan berhati mulia, dan Valkyrie, yang memutuskan prajurit Norse mana yang harus mati dalam pertempuran, adalah wanita cantik dan heroik.

Titik balik dalam sikap kita terhadap kematian terjadi pada abad keempat belas, ketika Eropa dirusak oleh Wabah Hitam. Di beberapa kota, sebanyak satu dari lima orang meninggal karena wabah. Mayat membusuk menumpuk di jalan-jalan, dan semua orang mencintai yang berduka.

Selama wabah, seniman mulai melukis kematian sebagai sosok yang mengerikan. Tengkorak, dipersenjatai dengan senjata mematikan, menari-nari di antara para korban wabah di jalan atau menunggang kuda putih dengan gerobak penuh dengan mayat. Akhirnya, sosok berjubah hitam, Reaper pertama yang dikenali, mulai muncul di kepala prosesi mengerikan ini. Kostum gelap dan sabitnya yang melengkung mungkin diilhami oleh dokter wabah, yang mengenakan kafan gelap dan topeng seperti burung untuk melindungi diri dari menghirup udara yang terinfeksi.

Nama “Grim Reaper” tidak muncul sampai abad kesembilan belas, meskipun “The Grim” adalah nama panggilan populer untuk kematian yang berasal dari abad ketiga belas.